Berbagai Metode Alat Kontrasepsi yang umum digunakan untuk Pasutri

Saat ini ada berbagai macam alat kontrasepsi yang dapat membantu pasutri menghindari kehamilan yang tidak/belum diinginkan dan penyakit menular seksual. Masing-masing memiliki kelebihan serta kekurangan, dalam tulisan ini menyajikan 10 metode yang paling banyak digunakan pasutri untuk menghindari kehamilan.

Metode Kalender
Metode kalender didasarkan pada hipotesis bahwa kemungkinan minimal bagi seorang wanita untuk hamil adalah pada hari ke 11 sampai dengan hari ke-15 dari siklus menstruasi.
Kekurangan dari Metode ini efektif hanya jika seorang wanita memiliki siklus menstruasi yang normal dan stabil yang berlangsung 28 hari. Selain itu, metode ini juga tidak dapat melindungi wanita dari infeksi penyakit seksual yang berasal dari lawan jenisnya.

Bagaimana cara memilih metode Kontrasepsi yang cocok untuk Pasutri ?

Terdapat banyak ragam metode kontrasepsi yang berbeda, dimana jenis yang terbaik bagi Anda adalah akan sangat tergantung sekali pada kondisi dan kesehatan Anda masing – masing pula.

Seorang wanita bisa hamil jika sperma pria mencapai salah satu telurnya (ovum). Dimana alat kontrasepsi berfungsi untuk mencegah supaya hal ini tidak terjadi dengan cara menjaga telur dan sperma supaya terpisah atau dengan menghentikan produksi sel telur.

Kapan mulai bisa menggunakan alat kontrasepsi setelah melahirkan ?

Anda berovulasi (melepaskan sel telur) sekitar dua minggu sebelum periode menstruasi tiba, sehingga masa kesuburan Anda mungkin telah kembali sebelum Anda menyadarinya.

Sangat penting untuk memilah jenis alat kontrasepsi sejak dari awal. Jika Anda melahirkan bayi di rumah sakit, mungkin telah membahas hal kontrasepsi dengan perencanaan penasihat dokter sebelum Anda kembali ke rumah.

Usaha untuk Pasutri agar cepat mendapatkan kehamilan

Melakukan hubungan seks tiga kali seminggu.
Pasutri dianjurkan supaya berhubungan seks secara teratur merupakan cara terbaik untuk mendapatkan kehamilan yang lebih cepat. Mungkin Anda dan Pasangan seringkali hanya melakukan hubungan seks pada saat masa subur (ovulasi) saja, tetapi tidak melakukan hubungan seks ketika tidak sedang berovulasi. Memang benar bahwa hubungan seks yang dilakukan tidak dalam masa ovulasi kecil kemungkinan akan menghasilkan kehamilan.

Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil untuk Pasutri

Perempuan memiliki siklus biologis yang memberikan tanda tertentu. Terlepas seorang perempuan itu subur atau tidak, biasanya mereka mengenali siklus kewanitaannya dan mengikuti siklus tersebut dalam merencanakan suatu kehamilan.

Sementara itu, kaum pria tidak terlalu peduli dengan hal-hal seperti itu. Gagasan bahwa pria ternyata juga mungkin berkontribusi dalam masalah kesulitan mendapatkan kehamilan akan menggoncang kepercayaan diri mereka, karena umumnya yang dipahami banyak pria bahwa menyamakan kesuburan dengan kejantanan, yang terikat dengan citra diri mereka. Apalagi bila melihat resiko apa saja yang bisa terjadi apabila masalah kesulitan hamil tidak segera ditangani, misalnya :

Fungsi & Sistem Reproduksi pada Pria

Selama proses melakukan hubungan seksual, penis akan mengalami ereksi sehingga menjadi kaku dan tegak sehingga memungkinkan terjadinya penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina), ereksi terjadi akibat interaksi yang rumit dari sitem saraf, pembuluh darah, hormon dan psikis. Rangsangan yang menyenangkan akan menimbulkan reaksi di otak, yang kemudian mengirimkan sinyalnya melalui korda spinalis ke penis. Arteri yang membawa darah ke korpus kavernosus dan korpus spongiosum memberikan respon (melebar). Arteri yang melebar menyebabkan peningkatan aliran darah ke daerah erektil ini, sehingga daerah erektil terisi oleh darah dan melebar.

Sistem Reproduksi pada Wanita

Organ kelamin wanita terdiri atas organ bagian luar dan organ bagian dalam.

Organ bagian luar kelamin wanita memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai jalan masuk sperma ke dalam tubuh wanita dan sebagai pelindung organ kelamin dalam dari organisme penyebab infeksi.

Saluran kelamin wanita memiliki lubang yang berhubungan dengan dunia luar, sehingga mikroorganisme penyebab penyakit bisa masuk dan menyebabkan infeksi kandungan, mikroorganisme ini biasanya lebih sering ditularkan melalui hubungan seksual.